MESIN PENETAS TELUR UNGGAS

                Memang penetasan telur dan itik dapat dilakukan secara alami yaitu dengan induk (babon) atau ditipkan pada entok (itik manila) yang sedang mengerami. Tetapi jumlahnya sangat terbatas sedangkan dengan mesin tetas sederhana jumlahnya dapat diperbanyak menurut kebutuhan kitan.

 

Jadi dengan mesin tetas ad segi manfaatnya antara lain :

1.       Memperbanyak hasil penetasan

2.       Ayam yang sedang produksi kita pacu (supaya bertelur) artinya ayam jangan disuruh mengerami apalagi momong, supaya waktunya tidak sia-sia karena masa produksisatu setengah tahun.

Menetaskan telur perlu ada beberapa kegiatan antara lain :

1.       Menyeleksi telur yang akan diteteskan caranya .

a.       Berasal dari ayam yang sudah dibuahi (ada perjantan)

b.      Telur dalam periode ke 2,3 dan seterusnya

c.       Besar kecilnya seragam

d.      Telur tidak cacat

e.      Penyimpanan telur tidak lebih dari satu minggu

f.        Meletakkan telur tidak lebih dari setu minggu

g.       Meletakkan telur yang runcing dibawah

2.       Perisiapan di dalam mesin tetas sederhana

Mesin tetes sederhana harus bersih dari segala kotoran dan hama. Sebelum digunakan harus di uji coba terlebih dahulu selama 24 jam. Dengan demikian supaya penyetelan alat thermostat dan regulator dapat menjadi constan atau stabil, yaitu pada 40 0 C/ 102 0F. Untuk minggu pertama thermometer menunjukkan panas ± 101 – 102 0F minggu kedua 102 – 1030F minggu ketiga 104 -105 0F dan minggu keempat itik ±1050F harus padam. Kemudian setelah selisih 2-3 hidup kembali.

3.       Memasukkan telur kemesin tetas

Telur-telur yang sudah siap dimasukkan kemesin tetes cara meletakkan telur yang tumpul diatas dan yang lancip dibawah, kemiringan ± 450, setelah telur itu dimasukkan pintu ventilasi ditutup selama 3 hari 3 malam. Kemudian hari ke 4 pemutaran telur dimulai dan pendinginan telur ditempat selama ± 10 menit setiap pagi, ventilasi dibuka ¼  bagian, 5 ½ bagian, hari ke 6 ¾ bagian dalam hari ke 7 dibuka seluruhnya sampai penetasan selesai. Pumutaran telur dari hari ke 4 sampai hari ke 18 sebanyak 3 kali setiap hari paling sedikit 2 kali. Hari ke 19 sudah tidak diputar lagi sampai penetasan selesai.  

4.       Peneropongan telur

Peneropongan telur dimulai pada hari ke 7pabila pembuluh darah menyebar dan berkembang maka telur itu dibuahi dan hidup. Tetapi apalagi telur itu mati maka akan tampak berbintik tidak berkembang tapi apabila telur itu tidak dibuahi maka akan tampak bening. Maka sebaiknya telur ini dikeluarkan saja sebab kalau tidak justru malah akan mengganggu penetasan itu sendiri peneropongan ke 2 dilakukan pada hari ke 14 untuk melihat embrio berkembang atau mati. Sebaiknya yang mati dikeluarkan peneropongan ke 3 dilakukan pada hari ke 18 sama pada peneropongan ke 2.

1.       Peranan air dalam mesin tetas

Penerapan air didalam mesin penetas sangat ditentukan, pertama air tidak boleh kering kedua apabila tinggal setengah bak sebaiknya ditambah supaya terisi ¾ nya. Untuk penetasan itik perlu

2.       Jadwal penetasan telurunggas sebagai berikut :

Merpati                17 hari

Puyuh                   18 hari

Ayam                    21 hari

Itik                          28 hari

Entok                    35 hari

Mengeluarkan anak ayam dari mesin tetas setelah anak ayam itu kering betul, jangan sekali-kali mengeluarkan anak ayam itu masih basah, kemuadian kita masukkan ke kandang badalan dan mendapatkan pemanasan ± 900 F

1.       Setelah satu hari satu malam kita uji coba. Termometer menujuk angka 1020 F lampu akan padam dan 1000 F akan hidup (menunjuk angka 38,90 C lampu akan padam dan angka 37,80 C akan hidup) atau dengan kata lain panas didalam mesin tetas sudah stabil, maka telur baru dimasukkan. Tetapi setelah telur masuk, lampu padam kurang dari 1000 F dalam halini wajar karena pengaruh telur yang masih dingin, tetapi setelah 3-6 jam maka akan normal.

2.       Sebaiknya telur diberi tanda (kode) tiga empat, umpamanya 1,2,3 atau A,B,C dengan  demikian telur supaya mendapat. Pemerataan dalam pemutaran satu hari satu malam 3 kali, pagi, siang dan sore.

3.       Apabila ditempat saudara udaranya terlalu dingin atau dipegunungan yang derajatnya kurang dari 200 , maka wattnya, perlu ditambah yang mestinya 5 watt diganti 10 watt.

4.       Penempatan mesin tetes harus ditempatkan yang udaranya segar dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung serta angin langsung terutama angin malam.

Pendinginan satu hari satu kali tiap pagi, lampu dimatikan selama 10 menit kemudian baru dilakukan pemutaran.