25 September 2017

AYO MINUM SUSU

PENDAHULUAN

            Konsumsi susu yang sesuai dengan standar kecukupan gizi berdasarkan Widya Karya Pangan dan Gizi tahun 1998 adalah sebesar 6,4 Kg/Kapita/tahun. Dari jumlah tersebut untuk Propinsi Jawa Timur baru tercukupi 5,9 Kg/Kapita/tahun sedangkan secara Nasional baru mencapai 4,2 Kg/Kapita/tahun.

 

            Rendahnya konsumsi susu tersebut selain disebabkan oleh rendahnya daya beli masyarakat juga dikarenakan belum membudayanya kebiasaan minum susu pada masyarakat. Bahkan dikalangan masyarakat berkembang anggpan yang keliru, dimana minum susu segar dapat menyebabkan diare (menceret).

            Untuk merubah pola konsumsi masyarakat tersebut pemerintah telah mengeluarkan kebijakan stategis gerakan minum susu, yaitu suatu gerakan aktif dari masyarakat dalam mengkonsumsi susus, baik susu segar maupun hasil olahannya, yang didukung oleh para pelaku usaha persusuan (Koperasi dan IPS) serta pemerintah dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kecerdasan masyarakat menuju manusia yang berkualitas tinggi.

 

TUJUAN

            Secara bertahap dan berkesinambungan membudayakan kebiasaan minum susu di masyarakat, guna meningkatkan konsumsi gizi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak sapi.

 

SUSU MURNI

            Yang dimaksud susu murni adalah cairan yang berasal dari ambing sapi yang sehat yang diperoleh dari cara pemerahan yang bernar tanpa mengurangi dan menambah sesuatu komponen dengan bahan lain (SK DIRJENAK NO. 17 TAHUN 1983)

SUSU MURNI HARUS MEMENUHI PERSYARATAN ASUH, YAITU :

1.      Aman

Bau, warna dan rasa khas serta tidak membahayakan bagi yang mengkonsumsi karena mengandung zat berbahaya seperti : logam berat, pestisida atau residu antibiotika

2.      Sehat

Berasal dari sapi yang sehat dan memiliki jumlah kandungan mikroba, baik pathogen maupun non pathogen, tidak melebihi standar yang ditetapkan.

 

3.      Utuh

Harus memiliki kandungan gizi sesuai dengan standar serta tidak ditambahkan ataupun dikurangi dengan zat lain seperti : air, santan, tepung, gula atau bahan lain

4.      Halal

Tidak bersentuhan dengan barang ataupun zat yang diharamkan.

 

KEBUTUHAN SUSU

Untuk mencukupi standar kecukupan gizi sebesar 6,4 kg/kapita/tahun maka minimal susu yang harus dikonsumsi adalah :

·         Usia 5 – 20 tahun        : 1 gelas (200cc) perhari

·         Usia 20 – 40 tahun      : 2 gelas (400cc) per minggu

·         Usia 40 tahun keatas  : 1 gelas (200cc) per minggu

URAIAN

KANDUNGAN

Ø  KOMPOSISI SUSU SEGAR

Lemak

Protein

Laktosa

Abu

Air

Ø  KANDUNGAN VITAMIN (PER 100 g)

Vitamin A

Vitamin C

Vitamin D

Vitamin E

Vitamin B

§  Thiamin

§  Riboflavin

§  Nilacin

§  Pantothenic acid

§  Folic acid

§  Biotin

§  Pyridoxine

§  Vitamin B 12

Ø  KANDUNGAN MINERAL (dalam abu)

Kalsium

Chlorime

Fosfor

Sodium

Magnesium

Sulfur

 

3,9 %

3,4 %

4,8 %

0,7 %

87,1 %

 

160 IU

2,0 mg

0,5 4,4 IU

0,08 mg

 

0,035 mg

0,17 mg

0,08 mg

0,35 0,45 mg

3,8 ug

0,5 ug

0,05 0,1 mg

0,5 ug

 

17,4 %

14,5 %

13, 3 %

7,8 %

1,4 %

3,6 %

Sumber : ilmu Pangan (Hari Purnomo dan Andiono, 1987)