31 Januari 2018

PEMBUATAN JERAMI

 

Pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami padi sebagai pakan bukan hal yang baru bagi petani peternak. Namun, penggunaan limbah tersebut sebagai pakan tambahan tidak akan mencukupi kebutuhan pokok ternak jenis rumanansia yang mempunyai keunikan dan keistimewaan mengonsumsi hijuan pakan dalam jumlah besar sebagai sumber gizi dan energi utama dibandingkan dengan ternak non ruminansia.

Nilai pakan limbah pertanian sangat tergantung macam limbah, varietas tanaman, pemupukan, saat dan cara panen. Factor pembatas tingkat pemanfaatan limbah pertanian untuk ternak umumnya kegunaan pemanfaatan limbah pertanian untuk ternak umumnya kegunaan bahan, kualitas yang rendah dan kurang dikusai ternak.

Atas dasar pertimbangan itu perlu ditemukan upaya meningkatkan pendayagunaan limbah pertanian untuk pakan ruminansia. Tujuannya memperoleh sumber pakan alternative yang murah, berasal dari sumber yang mudah diperoleh, aman dipakai dan membutuhkan kreativitas petani peternak untuk mengerjakannya.

TUJUAN :

1.       Untuk meningkatkan daya suka /palatabilitas ternak

2.       Untuk meingkatkan daya cerna jerami yang rendah

3.       Untuk pengawetan pakan ternak agar bias disimpan dalam jangka lama

4.       Untuk meningkatkan kualitas gizi jerami terutama kadar protein kasar

PRINSIP PEMBUATAN TEKNIK AMONIASI JERAMI

                Penggunaan urea sebagai sumber amoniak yang dicampurkan ke dalam jerami. Urea yang akan dicampurkan tersebut dapat dilarutkan ke dalam air terlebih dahulu / cara basah atau langsung ditabur pada setiap lapisan jerami yang akan diamoniasi / cara kering. Pencampuran urea dengan jerami padi harus dilakukan dalam kondisi hampa udara ( aerob ) dan proses amoniasi jerami ini memerlukan penyimpanan Selama 1 bulan.

KEUNTUNGAN JERAMI DENGAN UREA

1.       Sederhana dalam pengerjaan dan tidak berbahaya

2.       Jauh lebih murah dan mudah bila dibandingkan dengan menggunakan alkali lainnya / misalnya Na OH

3.       Juga sebagai pengawet

4.       Menghilangkan kontaminasi mikro organisme

5.       Satu-satunya pengolahan yang efektif untuk menghilangkan aflatoksin dalam jerami

6.       Meningkatkan protein kasar sampai dua kali lipat

7.       Nilai energi jerami meningkat 70-80% dibandingkan bila jerami tidak diolah

8.       Jerami amoniasi lebih palatable dan meningkatkan jumlah konsumsi makanan

9.       Tidak menimbulkan polusi dalam tanah, karena tidak terjadi residu seperti pada pengolahan dengan Na OH

 

PROSES PEMBUATAN AMONIASI JERAMI ADA 2 (DUA) :

1.       Proses Amoniasi jerami padi secara basah Teknik yang digunakan dalam proses amoniasi cara basah adalah dengan menggunakan lembaran plastic.

·         Lembaran plastik langsung dilapis dua dengan cara memasukkan lembar pertama ke dalam lembar kedua. Maksud merangkap plastic adalah agar lebih kuat dan menghindari kebocoran.

·         Seluruh jerami dimasukkan ke dalam plastic agak dipadatkan dengan cara menekan/mendorong jerami tersebut kea rah dalam tetapi jangan diinjak karena dapat menyebabkan plastic pecah atau sobek

·         Larutkan 870 gram urea ke dalam ember yang berisi 5 liter air dengan cara diadukan sampai benar-benar larut hingga tidak ada lagi butir-butir urea yang terlihat

·         Siramkan larutan urea tersebut kedalam lembaran plastic yang berisi jerami dengan ember agar lebih mudah dan dapat merata, sampai seluruh larutan tersebut habis.

·         Tutup dahulu lembaran plastic lapis dalam dengan cara mengikat bagian atasnya, kemudian baru lembaran plastic bagian luarnya.lembaran plastic ini dapat disimpan di tempat yang telah disediakan dan cukup aman

·         Setelah satu bulan lembaran plastic dapat dibuka, ketika membuka plastic harus hati-hati, karena selama proses amoniasi ini terjadi pembentukan gas, sehingga ketika plastic tersebut dibuka gas akan keluar dan dapat menyebabkan pedih dimata. Jerami hasil amoniasi kemudian diambil lalu diangin-anginkan selama dua hari sebelum diberikan kepada ternak.

2.       Proses Amoniasi jerami padi secara kering. Proses amoniasi jerami padi telah disederhanakan oleh orang Jepang dari Tohoku national Experiment di Jepang, yaitu dengan acuan urea yang digunakan ditaburkan langsung diatas jerami pada yang akan diamoniasi. Prinsip pembuatannya sama dengan amoniasi cara basah, hanya cara kering urea tidak dilarutkan dalam air.

·         Jerami yang sudah terpilih dan ditimbang dengan tali yang terbuat dari bamboo, setelah itu dikemas supaya mudah dalam penanganannya

·         Taburi urea secara merata pada setiap ikatan/bal jerami

·         Setelah merata bungkus dengan plastic secara rapat agar tidak ada udara yang masuk /an aerob

·         Simpan di tempat yang teduh dan tidak kena hujan / air. Sebaiknya diatas agar ada tekanan ke bawah , sehingga gas amoniak yang terbentuk dimanfaatkan oleh jerami. Lama proses penyimpanan selama 1 bulan

·         Setelah satu bulan jerami yang menyengat, oleh karena itu hati-hati ketika membuka karena dapat menyebabkan mata pedih

·         Setelah bau yang menyegat berkurang pindahkan ke ruang penyimpan. Simpan ditempat yang beratap dan tidak kena hujan. Perhatikan ventilasi gudang penyimpanan udara harus bebas mengalir.