BERTERNAK KAMBING DAN DOMBA

 

24 April 2018

 

A.      PEMILIHAN BIBIT

1.       Pemilihan Bibit Kambing

Salah satu factor keberhasilan beternak adalah keterampilan memilih bibit ternak (bakalan). Bibit yang baik akan menghasilkan keturunan yang baik pula dan cepat tumbuh apalagi disertai pengelolaan/tatalaksana yang baik dan teratur.

Produktivitas kambing/domba sangat ditentukan oleh kelahiran anaknya. Induk muda yang sudah mampu melahirkan anak kembar pada kelahiran pertama. Ada kecenderungan bahwa setiap melahirkan juga akan kembar.

Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bibit kambing dan domba antara lain:

a)      Umur ternak              : 8-12 bulan

b)      Berat Badan               : 10 – 15 Kg

c)       Ciri- ciri                         : - warna kebanyakan tunggal yaitu coklat,hitam,putih,sawo matan atau kombinasi

: - temperamen lincah

: - kepala kecil dan ringan

: - Telingan panjang dan mempunyai tanduk

                2 ) Pemilihan Bibit Domba

a.       Umur ternak              : 8 – 12 bulan

b.      Berat badan               : 10 – 15 Kg

c.       Ciri – ciri                       : - Warna bulu putih

: - Tubuh kecil

: - Jantan mempunyai tanduk,sedang yang betina tidak bertanduk

               

B.      PAKAN

Pakan yang diberikan hendaknya memenuhi syarat-syarat :

-          Mengandung gizi/ lengkap seperti protein karbohidrat,vitamin dan mineral

-          Diskusi ternak

-          Mudah dicerna dan tidak menimbulkan gangguan pencernaan atau racun

-          Jumlah mencukupi

1)      Jenis Pakan

a.       Hijuan

Hijuan merupan pakan utama kambing, penggunaan 100 % hijuan sebagai bahan pakan untuk kebutuhan pokok dan berproduksi hanya dapat diberikan bila kualitas dijamin baik, dalam arti memenuhi syarat pakan. Hijuan pakan ternak terdiri dari rumput-rumputan, leguminosa dan sisa hasil pertanian.

b.      Makanan penguat/kosentrat

Contoh : biji-bijian, umbi-umbian, dedak halus/ bekatul,ampas tahu lain-lain

Patokan umum bahan makanan yang diperlukan adalah 10 % dan dari berat badan. Namun karena jumlah hijuan yang tidak dimakan cukup besar, maka perhitungan sebaiknya diduakalikan.

Contoh : berat badan 30 Kg, maka hijuan yang harus disediakan adalah : 30 x 10/10 x 2 = 6 Kg/ekor hari.

 

2)      Kebutuhan Air

Tubuh ternak terdiri dari 70 % air. Bila tubuh ternak kekurangan air sampai 20 % akan mengakibatkan kematian. Air juga dibutuhkan untuk membantu proses percernaan. Sebab itu penyediakan air bersih dan tidak beracun harus selalu ada. Kebutuhan air untuk kambing perhari antara 1,5 – 2,5 liter.

3)      Komposisi rumput dan daunan untuk pakan kambing

 

Kondisi ternak

Rumput %

Daunan %

Dewasa

75

25

Bunting

60

40

Menyusui

50

50

Anak lepas sapih

60

40

 

C.      KANDANG

1)      Syarat Kandang

Persyaratan kandang kambing/domba adalah sebagai berikut :

a.       Terpisah dari rumah / minimal 5 M, sehingga tidak menimbulkan bau ke dalam rumah.

b.      Lokasi kandang berada di tempat yang kering tidak lembab dan bebas dari lalu lintas.

c.       Bahan terbuat dari bamboo , kayu atau bahan lain yang kuat, murah dan tersedia di daerah setempat.

2)      Ukuran Kandang

Ukuran kandang disesuikan dengan jumlah ternak yang dipelihara dengan ukuran kandang sebagai berikut :

a.       Anak                                      : 1 x 1,2 m2/2 ekor

b.      Dara / betina dewasa     : 1 x 1,2 m2/2 ekor

c.       Jantan dewasa                  : 1,2 x 1,4 m2/2 ekor

d.      Induk dan anak                 : 1,5 m2/2 ekor

3)      Type Kandang / Bentuk Kandang

Ada 2 type / bentuk kandang yang umum dipakai peternak, yaitu system kolong dan tidak ber-kolong. Masing- masing mempunyai keuntungan dan kerugian seperti pada tabel 5.

Tabel 5 : type/bentuk kandang system kolong dan system tidak berkolong

 

Bentuk kandang

Keuntungan

Kerugian

1.       System kolong

1.       Bersih

2.       Lebih mudah menghindari penyakit parasit

 

2.       System tidak kolong

1.       Biaya lebih murah

2.       Kambing tidak terperosok