12/06/2019

BIMBINGAN TEKNIS PENERAPAN TEKNOLOGI PETERNAKAN 

 

           Tujuan diadakan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada peternak mengenai teknologi peternakan berupa pengolahan pakan ternak sehingga dapat diterapkan oleh peternak guna meningkatkan kualitas pakan di wilayah Kabupaten Pamekasan.

            Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2019 di UPTD Wilayah I dan UPTD wilayah II  dan pada tanggal 21 Maret 2019 di UPTD III dan UPTD Wilayah IV yang dihadiri oleh Peternak yang tergabung dalam beberapa Kelompok tani , Petugas lapangan serta Pejabat Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasan.

           Peserta bimtek adalah kelompok tani di wilayah UPTD I yang meliputi Kecamatan Waru, Pasean, Batumarmar berjumlah 55 Orang, UPTD II meliputi Kecamatan Pakong, Pegantenan, Palengaan berjumlah 60 Orang, UPTD III meliputi Galis, Pademawu, Kadur, Larangan berjumlah 50 Orang dan UPTD IV meliputi Kecamatan Pamekasan, Tlanakan, Proppo berjumlah 50 orang.

          Teknologi peternakan berupa pengolahan pakan merupakan salah satu upaya dalam peningkatan kualitas dan ketersediaan pakan, serta dapat menjadi upaya pemanfaatkan limbah pertanian. Saat ini sudah ada beberapa teknologi penggolahan pakan yang berkembang di Indonesia antara lain silase, Hay, amoniasi dan Lain-lain.

 

 

                Salah satu teknologi Pengolahan pakan yang diperkenalkan adalah Silase, yaitu hijauan makanan ternak yang disimpan dalam keadaan segar (kadar air 60 – 70 %), didalam suatu tempat yang disebut silo.  Karena hijauan yang baru dipotong kadar airnya sekitar 75 – 85 %, maka untuk bisa memperoleh hasil silage yang baik, hijauan tersebut bisa dilayukan terlebih dahulu, 2 – 4 jam. Silo ialah tempat makanan ternak (hijauan), baik yang dibuat didalam tanah ataupun diatas tanah.

Tujuan Pembuatan Silage:
1) Untuk mengatasi kekurangan makanan ternak dimu-sim kemarau panjang, atau musim paceklik.

2) Untuk menampung kelebihan produksi hijauan makan-an ternak atau memanfaatkan hijauan pada saat pertumbuhan terbaik, tetapi belum dipergunakan.

3) Mendayagunakan hasil sisa pertanian atau hasil ikutan pertanian.