Lokasi agrowisata

Rencana pengembangan agrowisata yang diploting oleh BAPPEDA Kabupaten Pamekasan adalah desa Pegantenan, Tebul Barat dan Tebul Timur Kecamatan Pegantenan. 

Dimana Komoditas pertanian dan perkebunan yang sangat potensi dikembangkan di wilayah tersebut.

Komoditi agrowisata peternakan

Komoditi peternakan berkembang di lokasi agrowisata desa Pegantenan desa Tebul Barat dan desa Tebul Timur di Kecamatan Pegantenan adalah sapi potong (ras Madura dan persilangannya).  Sapi potong dijumpai hampir disetiap rumah penduduk di desa agrowisata.  Secara genetis merupakan rumpun sapi yang banyak dijumpai di pulau Madura termasuk Kabupaten Pamekasan.

Sarana prasarana

Komoditas peternakan (sapi potong) dapat dipajang di depan halaman pinggir jalan sehingga seolah-olah tamu disambut oleh sapi yang berbulu halus dan bersih cantik dan gagah.  Oleh karena itu diperlukan tempat pajangan sapi yang terbuat dari kayu atau beton.  Jika diperlukan tempat pajangan tersebut dihias dengan ukiran dan cat warna-warni.  Kegiatan inseminasi buatan dan  pelayanan kesehatan hewan di lokasi agrowisata dapat menjadi tontonan yang menarik bagi pengunjung.  Demikian pula dengan aktivitas pemeliharaan ternak sapi seperti memandikan sapi atau pemberian jamu pada saat sapi dipajang akan sangat menarik perhatian pengunjung.  Untuk itu diperlukan kandang jepit yaitu sebuah kandang ukuran 180 meter x 50 meter terbuat dari pipa besi tanpa atap berfungsi sebagai tempat kawin suntik, pemeriksaan ternak, dan lain-lain sehingga sapi tidak mudah lepas.  Sarana perkandangan yang baik dan sehat (memenuhi kaidah aerasi dan drainasi ) serta penerapan teknologi pengolahan limbah ternak berupa biogas di masyarakat selain mengurangi pencemaran lingkungan juga dapat menjadi sumber pengetahuan dan wisata ternak bagi siswa sekolah (darma wisata)./ studi banding kelompok peternak.  Secara garis besar sarana peternakan yang diperlukan di lokasi agrowisata yaitu :

  1. Tempat pajangan sapi
  2. Kandang jepit
  3. Kandang permanen
  4. Instalasi biogas
  5. Bibit hijauan pakan unggul (rumput gajah, rumput raja, setaria)
  6. Mesin pengolah pakan ternak
  7. Posko pelayanan informasi dan teknologi peternakan

 

Dukungan masyarakat

 

Secara umum masyarakat akan menyambut baik program PEMKAB Pamekasan  manakala masyarakat sudah mendapat sosialisasi dan diberi pemahaman yang memadai.  Program agrowisata di desa Pegantenan, Tebul Barat dan Tebul Timur sebenarnya adalah upaya pemerintah mendongkrak perekonomian setempat karena secara partisipatif  masyarakat akan berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian / peternakan/perkebunan/perikanan mereka karena program agrowisata membuka akses petani terhadap pemasaran seluas-luasnya.

 

Peningkatan kapasitas SDM komunitas dan kelembagaan

 

Keberhasilan program agrowisata selain ditentukan oleh sosialisasi program di masyarakat juga sangat ditentukan oleh siapa pelaku keberhasilan program tersebut. Seiring dan sejalan dengan upaya peningkatan produksi dan produktivitas pertanian peternakan/perkebunan/perikanan,          maka yang perlu dilakukan oleh Pemkab Pamekasan adalah :

  1. Koordinasi yang baik dari tingkat kabupaten sampai dengan desa sehingga terbentuk tim yang solid
  2. Pemberdayaan kelompok pemuda karang taruna
  3. Pemberdayaan kelompok tani berbasis ternak
  4. Pembentukan perkumpulan pedagang/produsen hasil-hasil pertanian / peternakan/perkebunan/perikanan sehingga terbentuk produk dan harga yang sama
  5. Pembentukan koperasi usaha bersama interen petani di lokasi agrowisata
  6. Pembinaan yang berkesinambungan kepada kelompok karang taruna, perkumpulan pedagang/produsen serta perangkat desa sehingga diperolah pemahaman yang sama dan saling mendukung.
  7. Stimulan permodalan koperasi

 

Program agrowisata bidang peternakan

 

Program peternakan yang dapat dikembangkan di lokasi agrowisata

  1. Program pencegahan dan penganggulangan penyakit ternak
  2. Program peningkatan produksi hasil peternakan
  3. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan
  4. Program pemberdayaan penyuluhan

 

Kelembagaan yang mendukung/mengelola agrowisata

 

  1. Perbankan dengan kredit lunak
  2. Koperasi
  3. Kelompok tani berbasis ternak
  4. Kelompok pemuda karang taruna
  5. Perkumpulan pedagang/produsen
  6. LSM (lembaga swadaya masyarakat)

 

Pelayanan untuk kegiatan agrowisata

 

1.    Pelayanan inseminasi buatan

2.    Pelayanan kesehatan hewan

3.    Pemeriksaan kebuntingan pada sapi

4.    Penanganan gangguan reproduksi pada sapi

5.    Pelayanan informasi dan teknologi peternakan

 

Dukungan pemerintah dan pihak terkait

 

Pemerintah provinsi maupun pusat akan sangat mendukung pengembangan agrowitasa di Kabupaten Pamekasan.  Pengembangan agrowisata sangat mendongkrak perekonomian setempat sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.  Dukungan pemerintah berupa anggaran program dan kegiatan.  Oleh karena itu SKPD terkait harus memiliki komitmen yang kuat dalam berpartisipasi pengembangan agrowisata.   Dengan demikian disarankan kepada Pemkab Pamekasan untuk membentuk program khusus pengembangan desa-desa agrowisata karena melalui program khusus tersebut akan tersedia anggaran khusus pengembangan agrowisata.

 

Jalinan kerjasama dengan pihak terkait

 

Pemkab Pamekasan melalui keputusan Bupati Pamekasan menetapkan desa-desa agrowisata dan membentuk tim teknis pengembangan desa-desa agrowisata yang terdiri dari SKPD-SKPD dan pemerintah desa.  Dalam hal pemberian kredit lunak menggandeng pula pihak perbankan.  Kerjasama dengan perguruan tinggi sebagai sumber ilmu dan pengetahuan yang diperlukan,  menggandeng UPT Pembibitan Ternak dan Kesehatan Hewan Madura Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur serta Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta akan sangat membantu pengembangan agrowisata di desa Pegantenan, Tebul Barat dan Tebul Timur.

 

Rekomendasi model pengembangan agrowisata berbasis masyarakat

Agrowisata peternakan :

Komoditas peternakan yang dapat menjadi agrowisata peternakan di desa Pegantenan, Tebul Barat dan Tebul Timur adalah sapi potong (ras Madura dan persilangannya)

  1. Sistem pemeliharaan yang baik melalui perbaikan kandang dengan bahan-bahan permanen yang dilengkapi tempat pakan, tempat minum, dan pengolahan limbah serta aerasi udara dan drainasi lancar.
  2. Pemberian pakan berkualitas (pakan konsentrat dan hijauan unggul) yang diformulasikan secara seimbang menggunakan mesin pengolah pakan (mini feedmill)
  3. Instalasi pengolahan limbah berupa biogas dapat menjadi pengetahuan masyarakat akan adanya energi alternatif.
  4. Fasilitas kandang jepit sebagai tempat kawin suntik (inseminasi buatan), dan pemeriksaan kesehatan hewan
  5. Tempat pajangan sapi yang terbuat dari bahan yang kuat dan dihias/diukir serta diletakan di depan halaman dekat pinggir jalan agrowisata.
  6. Setiap pagi dan sore sapi yang sudah dimandikan dipajang di tempat pajangan sapi
  7. Pada setiap desa agrowisata dibangun posko pelayanan informasi dan teknologi peternakan yang bermanfaat bagi pengunjung dan masyarakat yang ingin mendapat pengetahuan peternakan secara luas (disetiap posko terdapat petugas peternakan yang bertugas secara bergantian).
  8. Penyuluhan pertanian komoditi peternakan diaktifkan untuk membina kelompok tani berbasis ternak.