30/03/2020

PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF BAHAN BAKAR HEWANI

(BBH/BIOGAS)

 

 

PENDAHULUAN

                Bahan bakar minyak (BBM) saat ini masih merupakan sumber energy yang utama di Indonesia. Komposisi penggunaan energi di Indonesia saat ini adlah BBM 63%, gas bumi 17%, listrik 10 % batu bara 8% dan LPG2%.

                Pertambahan penduduk menyebabkan konsumsi akan BBM juga semakin meningkat. Selain untuk rumah tangga, minyak juga dipergunakan dalam jumlah besar untuk industry dan kendaraan motor. Salah satu upaya dalam penghematan BBM  adalah pemanfaatan sumber energi alternative yang memiliki sifat dapat diperbarui, seperti Bahan Bakar Hewani (BBH/BIOGAS).

 

LIMBAH PETERNAKAN

                Kotoran/ feses merupakan salah satu limbah ternak yang perlu mendapatkan perhatian dalam ternak yang perlu mendapatkan perhatian dalam penanganannya. Tanpa adanya sentuhan teknologi pengelolaan limbah, maka butuh waktu 2-3 bulan untuk proses penguraiannya hingga kering dan menjadi pupuk kandang yang siap dimanfaatkan.

 

ENERGI ALTERNATIF BBH

                Limbah ternak yang meliputi kotoran ternak /feses, air kencing /urine, sisa pakan dan sisa air pembersih kandang jika tidak dibiarkan dalam waktu lama sehingga volumenya cukup banyak dapat menjadi persoalan jika ditangani secara serius.

                Sebenarnya limbah ternak merupakan salah satu limbah organic yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu limbah orgfanik yang dapat dimanffatkan sebagai bahan BBH yang merupakan energi alternative yang ekonomis.

                Teknologi BBH sebenarnya sudah lama diperkenalkan di Indonesia, namun dalam perkembangannya masih sedikit peternak ynag mengaplikasikannya. Selam aini limbah ternak yang ada kebanykan hanya dipergunakan sbagai pupuk organic untuk sawah dan kebun mereka.

Secara umum, dampak positif ataupun tujuan dari teknologi BBH pada limbah peternakan antara lain :

1.       Tersedinya sumber energi alternative yg ekonomis dan ramah lingkungan.

2.       Berkurangnya percemaran udara, air dan lingkungan sekitar

3.       Diperolehnya pupuk organic berkualitas tinggi dari sisa proses permentasi BBH

4.       Meningkatkan pendapatan peternak dari hasil penjualan pupuk organic.

NILAI EKONOMIS BIOGAS

                Setiap ekor sapi dewasa rat-rata menghasilkan limbah sekitar 30 kg, jika limbah tersebut dimanfaatkan untuk biogas akan menghasilkan energi 600 wat jam atau setara menghasilkan energi 6000 wat jam atau setara dgn ½ liter minyak tanah. Jika satu keluarga rata-rata membutuhkan 1 ½ liter per hari, maka jumlah sapi yang dibutuhkan untuk menhasilkan BBH sebanyak 3 ekor. Dengan asumsi harga satu liter minyak tanah Rp 2.800 maka setiap keluarga dapat menghemat Rp 4.200 perhari.

                Disamping itu sisa pembuangan biogas akan menghasilkan pupuk cair sebanyak 15 kg dan pupuk cair sebnyak 150 liter per hari. Dengan asumsi harga pupuk padat Rp. 300 per Kg dan pupuk cair Rp 50 per liter. Maka tambahan pendapatan yg diperoleh senilai Rp. 12.000 per hari. Sehingga  dari pemanfaatan limbah ternak sebagai sumber energi BBH akan diperoleh penghematan senilai Rp. 16.200 per hari atau Rp. 486.000 per bulan atau Rp. 5.820.000 pertahun.

                Adapun biaya perbuatan reactor biogas beserta instalasinya dgn kapasitas 3 m3 (untuk 3 ekor sapi) adalah sebesar Rp. 5.000.000 sehingga diharapkan modal tersebut sudah dapat kembali dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun.