PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK

 

SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF

 

BAHAN BAKAR HEWANI

 

(BBH / BIOGAS)

 

 

 

PENDAHULUAN

 

Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini masih merupakan sumber energi yang utama di Indonesia. Komposisi penggunaan energi di Indonesia pada saat ini adalah BBM 63 %, Gas bumi 17 %, listrik 10 %, batu bara 8 % dan LPG 2 %.

 

Penghematan BBM yang telah dicanangkan sejak dulu dan harus tetap dilakukan dikarenakan BBM adalah sumber energi fosil yang tidak dapat diperbaharui.

 

Pertambahan penduduk menyebabkan konsumsi Kn BBM juga semakin meningkat. Selain untuk rumah tangga, minyak juga dipergunakan dalam jumlah besar untuk industry dan kendaraan bermotor.

 

Salah satu upaya dalam penghematan BBM adalah pemanfaatan sumber energi alternative yang memiliki sifat dapat diperbaharui, seperti Bahan Bakar Hewani (BBH/BIOGAS).

 

 

 

LIMBAH PETERNAKAN

 

Kotoran (feses) merupakan salah satu limbah ternak yang perlu mendapatkan perhatian dalam penanganannya. Tanpa adanya sentuhan teknologi pengolahan limbah, maka butuh waktu 2-3 bulan untuk proses penguraiannya hingga kering dan menjadi pupuk kandang yang siap dimanfaatkan.

 

Beberapa kasus yang terjadi di lapangan penanganan limbah kurang benar akan banyak menimbulkan pencemaran (baik terhadap produk susu segar maupun lingkungannya). Hal tersebut akan menimbulkan permasalahan antara peternak dengan pembeli produk maupun dengan lingkungan sekitarnya.

 

 

 

ENERGI ALTERNATIF BBH

 

Limbah ternak yang meliputi kotoran ternak (feses), air kencing (urine), sisa pakan dan sisa air pembersih kandang jika tidak dibiarkan dalam waktu lama sehingga volumenya cukup banyak dapat menjadi persoalan jika ditangani secara serius.

 

Sebenarnya limbah ternak merupakan salah satu limbah organic yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku BBH yang merupakan energi alternative yang ekonomis.

 

Teknologi BBH sebenarnya sudah lama diperkenalkan di Indonesia, namun dalam perkembangannya masih sedikit peternak yang mengaplikasikan teknologi ini. Selama ini limbah ternak yang ada kebanyakan hanya dipergunakan sebagai pupuk organic untuk sawah dan kebun mereka.

 

 

 

NILAI EKONOMIS BIOGAS

 

Setiap ekor sapi dewasa rata – rata menghasilkan limbah sekitar 30 kg, jika limbah tersebut dimanfaatkan untuk biogas akan menghasilkan energi 6000 wat jam atau setara dengan ½ liter minyak tanah. Jika satu keluarga rata- rata membutuhkan 1 ½ liter per hari, maka jumlah sapi yang dibutuhkan untuk menghasilkan BBH sebanyak 3 (tiga) ekor. Dengan asumsi harga satu liter minyak tanah Rp. 2800 maka setiap keluarga dapat menghemat Rp. 4200 per hari.

 

Disamping itu sisa pembuangan biogas akan menghasilkan pupuk padat sebanyak 15 kg dan pupuk cair sebanyak 150 liter per hari. Dengan asumsi harga pupuk padat Rp. 300 per kg dan pupuk cair Rp. 50 per liter.

 

 

 

1 LITER MINYAK TANAH SETARA DENGAN BBH DARI KOTORAAN TERNAK SEGAR (KTS)

 

RUMINANSIA BESAR              2 ekor atau

 

RUMINANSIA KECIL                                36 ekor atau

 

KUDA                                            3 ekor atau

 

BABI                                              15 ekor atau

 

UNGGAS                                     363 ekor

 

 

PEMBUATAN AMONIASI JERAMI

 

 

 

PENDAHULUAN

 

Pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami padi sebagai pakan bukan hal baru bagi petani peternak. Namun, penggunaan limbah tersebut sebagai pakan tambahan tidak akan mencukupi kebutuhan pokok ternak jenis ruminansia yang mempunyai keunikan dan keistimewaan mengonsumsi hijauan pakan pakan dalam jumlah besar sebagai sumber gizi dan energi utama dibandingkan dengan ternak ruminansia.

 

Nilai pakan limbah pertanian sangat tergantung macam limbah, varietas tanaman, pemupukan, saat dan cara panen. Faktor pembatas tingkat pemanfaatan limbah pertanian untuk ternak umumnya kegunaan bahan, kualitas yang rendah dan kurang disukai ternak.

 

 

 

TUJUAN

Bulan April

 

Luas Panen Padi 0 0 0 0 10 15 20 30 35 45 50 55 60 70 70
gkp Tingkat petani 0 0 0 0 0 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000
jagung pipilan kering tingkat petani 3800 3800 3800 3800 3800 3800 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000
kedelai biji kering tingkat petani 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
bawang merah tingkat petani 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 25000 25000
cabai merah keriting tingkat petani 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
gkp tingkat penggilingan 0 0 0 0 0 5200 5200 5200 5200 5200 5200 5200 5200 5200 5200
gkg tingkat penggilingan 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500
beras medium tingkat penggilingan 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500
beras premium tingkat penggilingan 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000
stock  gkg tingkat penggilngan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
stok beras tingkat penggilingan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
sapi hidup (tingkat peternak/RPH) 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000
cabai rawit merah tingkat petani 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000

 

 

Luas Panen Padi 70 75 75 75 75 80 80 83 83 85 85 85 90 90 95
gkp Tingkat petani 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000
jagung pipilan kering tingkat petani 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 3300 3300 3300 3300
kedelai biji kering tingkat petani 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
bawang merah tingkat petani 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000 30000
cabai merah keriting tingkat petani 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
gkp tingkat penggilingan 5200 5200 5200 5200 5200 5200 5200 5200 5200 5200 5200 5200 5200 5200 5200
gkg tingkat penggilingan 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500 5500
beras medium tingkat penggilingan 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8500 8000 8000 8000
beras premium tingkat penggilingan 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 9000 8500 8500 8500
stock  gkg tingkat penggilngan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
stok beras tingkat penggilingan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
sapi hidup (tingkat peternak/RPH) 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000 50000
cabai rawit merah tingkat petani 25000 25000 25000 25000 25000 25000 25000 25000 20000 20000 20000 15000 10000 10000 10000